Selasa, 11 Agustus 2015

Salahkah bila "pungguk merindukan bulan"

Salahkan? Dosakan? 
Tiada yang bisa memilih kita  diciptakan menjadi apa dalam bentuk apa dan keadaan yang seperti apa, tapi.....
Salahkah jika pungguk memberanikan diri untuk mulai merindukan bulan?
Kau itu bulan semua orang tau keberadaanmu dan mereka sepakat mengakui bahwa kau ialah sesuatu yang indah dan bersinar, sedangkan aku.....
Pungguk yang tidak pernah dihiraukan keberadaanya, tapi sesungguhnya aku ada disini menatapmu dan bahkan selalu merindukanmu....
Pungguk selalu berharap dalam diamnya menunggu suatu keajaiban, akan tiba waktu dimana bulan mulai mengetahui keberadaannya
Apa yang bisa dilakukan  pungguk?
Rasa tau diri, takut, khawatir, bimbang, bahkan rindu selalu berkecamuk didalam hatinya kala malam datang, membuatnya masih selalu terjaga memikirkan suatu keadaan dan kenyataan
Sungguh, begitu ironis perasaan yang ada dalam hati pungguk
Dengan cara apa sebaiknya pungguk mengambil keputusan, apa harus dengan mengubur impianya tatkala suatu hari  bisa dirindukan dan dibutuhkan oleh bulan
Atau mulai menghalau rasa tahu dirinya, berdoa pada Yang Maha Memiliki setiap kehendak ciptaanya
Pungguk sadar betul siapa dirinya dan siapa yang dirindukanya
Disatu sisi pungguk tahu diri tapi disisi lain pungguk merasa ingin sebuah kata "keadilan" juga tercipta untuk dirinya
Akalnya selalu menyadarkan begitu kecil kemungkinan untuk bulan dapat menjadikan pungguk berarti untuknya, tapi...
Hatinya pun selalu mendorong harapan untuk terus berdoa, meminta pada yang memilikinya
Pungguk membayangkan betapa beruntungnya ia apabila dapat dirindukan oleh bulan, untungnya pungguk cepat  sadar dia lebih beruntung jika diberikan jalan yang terbaik disisi Allah
Pungguk paham betul sesuatu yang baik menurutnya belum tentu baik untukknya 
Pungguk selalu yakin bahwa Allah tidak tidur dan selalu berdaulat adil bagi semua ciptaanya
Biarlah Allah yang menentukan jalan terbaik karena ingat.... Allah tidak akan pernah tinggal diam melihat ciptaanya merasa sedih karena kehendaknya, dengan syarat  Bila ia bersabar dan tawakal
Maka percaya dan serahkan semuanya ditangan Allah. Ingat.....
Kun Fayakun!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar