Selasa, 11 Agustus 2015

Tersimpan 'tuk Jadi History

1
Ketika semua bermula padamu. Siang itu aku terduduk di dalam satu bangungan yang sama denganmu. Aku terdiam memperhatikan keadaan sekelilingku, banyak sekali orang yg tak aku kenal disana termasuk kau. Hingga tiba saatnya dimana semua orang yang ada di tempat itu mulai mendengar suaramu. Ya hanya suaramu dan kau tau, itu yang membuatku ingin menuruni anak tangga menuju lantai dasar dimana kau berada. Banyak sekali orang disana hingga aku kesulitan mencari sumber suara yg aku dengar saat itu, ya suara itu milikmu. Aku jd berpikir, Siapa pemilik suara yang mampu menggerakan ragaku bertindak seimpulsif itu, ternyata itu kau. Lalu aku bisa melihatmu? Tidak kau salah aku masih belum mengetahui siapa pemilik suara itu. Waktu yang terus bergulir membuatku harus segera meninggalkan tempat itu. Akhirnya aku pulang.
2
Pulang dengan rasa penasaran dan sejuta pertanyaan. Kau tau mungkin aku hanyalah salah satu dari sejumlah orang yang mempunyai perasaan yang sama. Atau hanya aku? Entahlah semuanya berlalu begitu saja. Kau dan aku melakukan rutinitas seperti biasa dalam waktu yang sama tapi di tempat yang berbeda. Tehalang jarak dan waktu, tapi akankah? Rasanya itu akan nenjadi sebuah penasaran dan perasaan yang tidak akan pernah terjawab sampai kapanpun. Bagaimana tidak, untuk mencari tau siapa Kau pun aku tak bisa. Aku tidak mengetahui apapun tentangmu selain suaramu yang dulu pernah kudengar. Jika memang sudah waktunya mungkin aku akan mengetahui segalanya. Termasuk di dalamnya, tentang alasan mengapa aku harus mengingat dan merasakan sesuatu.
3
Jangan pernah menyangka aku tidak pernah berusaha mencarimu. Mengertilah aku bimbang harus mencari mulai darimana. Tapi jika pada akhirnya kau dan aku harus saling mengetahui satu sama lain itu pasti akan terjadi. Dengan cara seperti apa aku tidak pernah tau yang jelas semua pasti telah diatur sedemikian rapih dan indah. Jika nanti aku diberi kesempatan untuk bisa berbicara langsung denganmu. Ingin aku bertanya, apakah pernah kau mengalami kesulitan yang pada khirnya dapat kau selesaikan? Itulah doaku untukmu dari kejauhan. Atau pernahkah kau sesekali merasa sedih kemudian datang rasa tenang. Itulah masih doaku juga yang mencoba ingin menenangkanmu walau hanya dalam bait doa yang akhirnya disampaikan oleh Allah padamu. Sebenarnya kau tidak pernah sendiri, ya seperti yang selalu kau yakini.
4
Ada dia yang Maha Mengatur segalanya Allah-ku dan juga Allah-mu. Kau tau selama ini Allah selalu setia mendengarkan dan membantuku. Aku yakin kau mendapatkan hal yang sama bukan. Aku terlahir dengan sangat beruntung, karena aku anak perempuan kesayangan Allah yang ada di muka bumi ini. Apapun yang aku mau selalu dikabulkan. Segala hal yang terbaik selalu diberikan Allah untukku, hanya saja terkadang aku sering telat untuk menyadarinya. Allah selalu menyiapkan hal terindah untukku dan aku selalu tidak sabar untuk menerimanya, apa kau juga begitu? Sering aku bertanya dalam hati, jika semua bisa terjadi maukah kau mendengarkan cerita hidupku semenjak mendengar suaramu itu, aku seperti mendapat setitik cahaya terang di dalam kegelapan. Entahlah diamku ini sikap tahu diri atau pengecut, yang pasti aku yakin allah selalu memberikan jalan.
5
Selama aku dan kau masih saling tidak mengenal apa saja yang telah kau lakukan? Kemana saja kau pergi? Jika Allahku mengijinkan, kelak aku akan sangat antusias untuk dapat mendengarkan semua ceritamu. Hingga nanti kau harus tau hobi baruku semenjak hari itu, menceritakanmu dalam doaku kepada Allah. Bertanya-tanya dengan manja tentang siapa seperti apa dirimu, apakah kau selalu dalam keadaan dan perasaan yang baik baik saja? Masihkan kau merasa kosong seperti diriku atau sudah adakah    yang mengisi kekosongan hati dan pikiran kau disana, aku tidak pernah tau! Coba kau hitung dipenghujung tahun 2013 hingga saat ini, berapa banyak detik yang aku lalui tanpa kau, itu akan menjadi angka yang semakin besar. Jujur aku terlalu takut dengan akhir cerita ini, semua tentang kau akan terus menjadi baris baris kalimat. Jika mau, kau boleh membacanya.
6
Masih tentang kau yang telah Allah ciptakan entah untuk siapa. Cukup tersenyumlah jika kau mulai merasa ada yang setia mendoakanmu. Tersenyumlah selalu untukku walau saat ini belum bisa aku lihat langsung dengan kedua mataku. Binar matamu semoga selalu menjadi peneduh dalam kerisauan siapapun yang ada di sekelilingmu. Kau bersama keluargamu dan aku   dengan keluarga kecilku. Aku merasa kekurangan anggota keluarga disini hanya aku dan kedua orang tuaku, dan kau? Dengan siapa saja kau habiskan waktumu selama ini ? Aku belum pernah merasakan menjadi seorang adik ataupun kaka, tapi jika semesta ini berbaik hati dan allah ku   meridhoi, bisakan kau menjadi sosok kakak untukku? Menemani, mengajarkan, mendengarkan dan membantuku dalam menghadapi kehidupan ini.
7
Kau masih seperti fatamorgana yang terlihat ada tapi saat kuhampiri bayangan itu entah hilang kemana, pertama kau tak ada disisiku dan kedua kau tak ada disisiku, lalu? Andai kau sebentar saja jadi aku, mungkin kau tak akan mampu!berlebihan? Tentu saja kau akan berkata seperti itu karna kau tak pernah ada di posisiku saat itu, saat ini, dan nanti. Kau akan tetap menjadi pribadi yang tidak kuketahui sedikitpun. Seperti apakah keadaanmu disana? Apa yang selalu berkecamuk dalam hati kau saat malam menjelang tidur tiba. Masihkah kau menerka nerka ingin menemukan seseorang yang bisa selalu ada mendengarkan setiap kebahagiaan dan keluh kesah kau. Jika memang semesta berbaik hati untuk menjadikan harapku dapat memperhatikanmu dari dekat, apakah kau akan merasa lebih tenang.
8
Semakin banyak aku bertemu dan mengenal seseorang, tepat disitu lah aku merasakan ketakutan yang tak jelas alasanya, perasaan ini tak menentu. Banyak sekali yang membuat aku was-was dan khawatir, aku takut membayangkan masa depan walau terkadang aku memberanikan diri untuk merajut impian indah yang entah dengan siapa, kau masih juga belum muncul? Harus kemana aku berlindung dari mereka yang tak hentinya membuat nafasku tercekat dan sesak. Dengan cara apa aku harus menghindari sesuatu yang siap membuatku sakit dan terjatuh sendirian, aku mendapat imbas dari sesuatu yang tidak aku lakukan. Dunia terkadang sinis kepadaku, kau tau? Mengapa namaku selalu mereka kaitkan dengan suatu perkara yang ada. Lelah sendirian, sesak terasa dan kau masih tidak sadar bisa menyelamatkanku. Selamatkan aku dari pikiran mereka yang salah dan selalu menghakimi.
9
Yang tak berdaya tapi selalu berupaya, sakit ini tak bisa kuhindari oleh sesuatu yang dengan tega menghantamku. Kau disana mengertikah? Semoga jangan merasakan sakit yang kurasa disini. Jika dunia ini membuat nasib kita sama sebelum bisa bertemu, tunggu dulu apa kita akan bertemu? Entahlah, Kau harus kuat lebih daripada aku dan terus berusaha lah untuk menjadikan semuanya pengokoh jiwa dan raga. Bertahan dengan segala panah yang menancap untuk menunggu kau yang mencabutnya, jadi kumohon kau pun bertahanlah dari segala hal di dunia ini. Kemudian ajaklah aku pergi jauh dengan kau, untuk menemui orang-orang baru, tempat baru, dan kehidupan baru. Dimana semuanya akan dimulai kembali dari nol, maka rasa sakit yang ada pada diriku dan kau akan pulih untuk beberapa waktu, lalu semua akan kembali seperti semula.... Akankah utuh seperti semula Terkadang waktu bisa menyembuhkan.
10
Apabila tidak utuh seperti semula, jadikanlah luka itu sebagai tanda kau pernah berjuang sebesar itu untuk bertahan dan menemukan kebahagiaan. Kau berhak bahagia, kau punya Allah tolong jangan pernah lupa itu walau hanya dalam sedetikpun. Jangan membuat Allah kesal padamu, kumohon sesulit apapun tetaplah libatkan Allah kita di dalamnya. Semua terjadi karna ketentuanya, bahkan rasa sakit dan sesak kau selama inipun tidak luput dari campur tangan Allah, berbaik sangkalah kumohon!
Ingat kau pasti lebih paham akan hal itu. Kelak kebaikan akan kau tuai, insya allah. Maka kau harus lebih bersabar, sebentar lagi hanya sebentar lagi lihat kau sudah bertahan sejauh ini jangan jadikan semuanya sia-sia dan tak berarti. Jika kau lelah istirahatlah sejenak. Jika kau merasa sudah tidak kuat dan mampu untuk menghadapi segalanya.
11
Bersimpuh dan menangislah pada Allah seperti yang selalu aku lakukan. Seperti yang sering kuminta dan kumohon pada Allah untuk selalu memberikan kekuatan padamu, kau akan percaya pada waktunya bahwa aku selalu tergetar saat mendoakanmu, cemas dan tidak enak hati. Khawatir kau tidak mampu lagi bertahan pada saat masa sulitmu, terlebih lagi aku masih belum bisa melakukan apapun untukmu selain berdoa dari sini. Kau perlu tau itu, ingat kau tidak berjuang dan bertahan sendirian sebelum sinar di kegelapan itu tiba. Sayangnya dayaku tak mampu meyakinkanmu secara langsung, dan kali ini aku merasa payah atas semuanya. Kau tidak sendiri yang menelan banyak kecewa, sekali lagi aku beritahu kau tidak pernah sendirian. Allah melihat semua yang kau lakukan.
12
Adakah kesempatan untuk kita dapat betemu walau hanya sesaat tapi meninggalkan kesan yang begitu dalam, kali ini kuharap terjadi tidak hanya padaku tapi juga pada kau. Entahlah apa yang harus aku lakukan saat hal yang paling aku tunggu itu terjadi, aku tak pandai mengambil kesempatan seperti itu dan basa basi bukanlah keahlianku. Mengerti dan pahamilah sikapku kumohon, lemparkanlah senyum terbaikmu kepadaku dan lihatlah aku dengan tatapan teduh yg kau miliki saat aku tak menatapmu, jangan biarkan pandangan kita bertemu terlalu lama. Jika disitu hanya aku yang semakin condong terhadapmu, apa kau merasakan hal yang sama? Itu tak menjamin. Carilah cara dan jalan untuk menemukanku sebagaimana yang selalu aku lakukan selama ini terhadapmu. Apa disini hanya aku yang berjuang. Mensiasati kesibukan dan waktu.
13
Tolong pertimbangkan tawaranku dengan pikiran dan suasana hati yang tenang, disitu kau akan tau apa yang kau mau walau hingga saat ini mungkin kau masih mencari tujuan bukan menuju tujuan, benarkah seperti itu? Andai kau akan selalu menjaga hatimu kepada siapapun kecuali aku, jangan membiarkan siapapun masuk ke dalam kehidupmu dengan mudah. Wajarkah ada rasa khawatir dan takut saat seketika aku memikirkan hal itu. Tentu saja kau pasti belum mengerti maksudku, kau harus tau ini. Tanpa kau sadari aku selalu menjaga kau dengan doa dari sini, bagiku itu cara terbaik untuk menjembatani ruang dan waktu yang masih belum senang kita bertemu disatu titik dan jatuh ditempat yang sama dengan seseorang yg tepat. Mungkin kemungkinanya sangat kecil tapi semuanya mudah ditangan Allah.
14
Allah lah yang selama ini selalu menemaniku saat tidak bersamamu. Apa kau pernah menitipkanku padaNya?Jangan tertawa aku tau pasti itu tidak benar, apa yang kau tau tentang aku? Salah satu titik hitam diantara titik-titik hitam yang lain akan sangat sulit kau lihat, bukankan seperti itu? Perlu kasih sayang Allah yang sangat besar untuk membuat mata kau tertuju pada satu titik yang berbeda disana, ya benar itulah aku. Keberuntungan yang aku harapkan saat ini dan nanti, semua masih berbunyi semoga dan mudah-mudahan. Kau tau dari milyaran manusia di bumi ini ada aku, lihatlah keberadaanku lihatlah. Harus dengan cara apa aku memberitahu kau yang masih sangat sibuk dengan rutinitas hidupmu yang sangat kau nikmati, benarkah kau menikmatinya? Apa yang aku tau tentang kau, perasaan dan kemauan kau yang masih menjadi misteri untukku.
15
Tak mudah untukku masuk dalam kehidupan kau, selain aku adakah mereka yang menghamirimu lebih dulu. Jagalah hati kau, kumohon! Jika kau mau. Sisakan lah ruang kosong dihatimu untuk tempatku tinggal nanti. Semuanya masih soal waktu yang belum juga mengizinkanku mendekat pada kau. Tunggu aku, bersabarlah sebentar lagi. Walau lelah tapi kumohon bertahanlah lebih lama untuk kekosonganmu. Jangan dulu kau isi dengan yang lainya, disini aku sedang berusaha meminta posisi itu pada Allahku, jika memang hal tersebut baik untuk kita percayalah. Allahku akan memberikan jalanya dengan indah dan tak kita kira. Akalku setuju dengan hati, kali ini mereka kompak mendukungku bahwa kau pantas diperjuangkan. Hanya saja masalahnya terletak pada diriku sendiri, pantaskan aku untuk kau. Sementara itu apa yang kau lakukan hanya menunggu atau mencari?
16
Dan kini bisa dibilang awal dari cerita aku terhadap kau dimulai lebih nyata lebih terasa, maukah kau tau ?Bagian ini dan seterusnya kau akan tau persis apa yang terjadi tapi tidak dengan perasaanku yang tentu saja masih aku tutupi darimu dan yang lainnya. Aku merasakan sesuatu telah terjadi padaku, disetiap hela nafas dan detak jantungku selalu ada yang menyusup halus tanpa terlewat barang sedetikpun. Mungkin ini cara Allah memberikan pelajaran betapa sulitnya proses dan arti sebuah perjuangan untuk sesuatu. Apakah kau pantas aku perjuangkan, maaf tepatnya pantaskah aku? Kumohon kali ini jangan salahkan aku, semua ini karunia yang entah harus bagaimana cara aku menyikapinya, kau tau aku sungguh takut salah langkah. Andai kau jadi aku sebentar saja, lalu berikan saran apa yang seharusnya aku lakukan untuk memperjuangkan sesuatu. Bimbang telah menjadi kawanku....
17
Subhanallah! mungkin tepat hari itu Allah menggerakanmu untuk mulai mendekat kearahku yang masih sibuk menunggu dan berdoa semoga semua harap dan kata mudah-mudahan akan segera menjadi nyata tepat waktunya. Entah apa yang kau pikirkan saat itu, sungguh aku tidak tau pasti yang jelas ada sesuatu yang mendorong kau melakukan sesuatu yang seharusnya telah kau lakukan dari dulu, tapi aku paham semuanya telah diatur sedemikian indah pada waktu yang tepat. Jika aku berkata kaget dan bingung itu tidak salah sungguh, tiada kata yang mampu mewakilkan perasaanku siang hari itu, benarkah semuanya akan segera dimulai? Yang jelas aku percaya tiada hasil  yang mengkhianati proses. Siapa yang mampu menahan senyum saat sesuatu yang diharapkan mulai terjadi dan nyaris menjadi nyata, adakah makhluk yang dapat melawan rasa tergetar dari suatu keinginan.
18
Layaknya manusia biasa aku akan merasakan senang saat harapan itu mulai muncul walau hanya setitik yang bisa saja akan hilang kembali. Mungkin saat itu Allah tersenyum melihatku, kau tau aku malu atas perasaanku sendiri yang tak habisnya membuat separuh waktu yang ku punya terengut untuk selalu memikirkan sesuatu hal yang begitu saja menjadi ekpektasi yang entahlah mungkin bisa dibilang terlalu tinggi, aku benar benar tidak memikirkan sebesar apa peluang yang aku miliki saat itu dan selanjutnya. Bukanya aku tak mengerti arti dan konsekuensi dari sebuah harapan atau impian, kau pun pasti akan setuju akan hal ini, berani berharap harus siap kecewa! Sangat tepat bukan pernyataan tersebut, seharusnya kau paham banyak yang aku korbankan untuk penantian ini termasuk perasaan yang siap kapan saja terhantam rasa kecewa karena sebuah 
harapan yang selama ini ada.



Bersambung....


3 komentar:

  1. Balasan
    1. Gina udah lama ya gak mentoring bareng, rasanya baru kemarin dianter kamu naik kereta tanpa tujuan pas aku lagi ngerasa terpuruk banget. Kamu masih inget nga muka aku dulu gimana? Datang kuliah duduk paling depan mata sembab sampai dosen keluar kelas menyedihkan sekali ya, sampai akhirnya kita memutuskan untuk mencoba pergi jauh naik kereta tanpa tujuan. Makasih idenya boleh juga, untung waktu itu ada kamu. Gina sepertinya aku butuh kamu lagi, butuh dinasehati dan dikasih siraman rohani. Rarah tau kamu perempuan yang kuat buktinya km bisa melalui semuannya beberapa waktu lalu dan aku salut banget sama kamu. Kamu pasti udah bisa bayangin ekspresi muka aku sekarang, gitu masih sama kaya pas aku lagi cerita ke kamu di selasar Al-Furqon. Dua tahun lalu ya kalau nga salah? Iya aku masih inget dulu kamu pake baju dan kerudung warna apa. Gak kerasa ya Ina sekarang kita udah lulus pasti susah buat ketemu. Sekarang udah jalan masing-masing sampai aku gak tau harus ngeluh dan cerita ke siapa. Sekarang setiap hari ketemunya sama guru pamong dan murid di sekolah terpaska terus pake topeng seneng terus gitu. Oh iya aku belum cerita kan siapa yang aku ceritain di potongan surat-surat diatas, nanti kalau udah ada endingnya insya Allah aku ceritain dari awal sampai akhir. Doain ya semoga happy ending buat kali ini, semoga Allah selalu memberikan jalan yang terbaik untuk kita, Amin :)

      Hapus